CIREBON, (ETNOLOGIMEDIA)- Terminal Bus Ciledug yang berlokasi di wilayah timur Kabupaten Cirebon sempat disorot publik yang dinilai sepi.

Namun, pihak pengelola memastikan aktivitas transportasi di terminal milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat, itu masih berjalan normal.

Kepala Terminal Bus Ciledug, Rudi Eko, menegaskan bahwa terminal tetap melayani pergerakan angkutan umum setiap hari dan tidak bisa serta-merta disebut sepi.

“Setiap hari masih ada bus yang masuk dan keluar. Jumlahnya sekitar 10 sampai 15 unit. Jadi sebenarnya terminal tidak sepi,” ujar Rudi saat dihubungi, Senin (12/1/2026).

Menurut Rudi, seluruh armada yang beroperasi di Terminal Bus Ciledug saat ini melayani trayek Ciledug–Bekasi.

Dari aktivitas tersebut, rata-rata jumlah penumpang yang berangkat dari terminal berkisar 15 hingga 20 orang per hari.

Meski demikian, ia mengakui angka tersebut masih jauh dari ideal.

Karena itu, pihak pengelola tengah menyiapkan berbagai strategi untuk meningkatkan jumlah pengguna jasa terminal.

“Kami sedang memikirkan langkah-langkah agar penumpang bisa lebih ramai. Kalau penumpang meningkat, otomatis pergerakan ekonomi di sekitar terminal juga ikut hidup,” katanya.

Rudi menambahkan, meningkatnya aktivitas terminal tidak hanya berdampak pada sektor transportasi.

Akan tetapi juga memberikan efek ganda bagi para pedagang dan pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan di kawasan terminal.

Ia berharap, ke depan Terminal Bus Ciledug dapat kembali berfungsi optimal.

“Tentunya sebagai simpul transportasi sekaligus pusat aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah timur Kabupaten Cirebon,” ungkapnya.***