Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Raden Hasan Basori, mendorong generasi muda untuk terus meningkatkan kapasitas diri.
Hal itu sebagai bagian dari bekal menghadapi tantangan masa depan, khususnya dalam aspek komunikasi dan kepemimpinan.
Pesan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber materi public speaking dalam kegiatan Latihan Pelatih (Latpel) I Tahun 2026 yang digelar PC IPPNU Kabupaten Cirebon di STIT Buntet Pesantren, Jumat (4/4/2026).
Dalam paparannya, Hasan menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai calon pemimpin, sehingga peningkatan kapasitas diri menjadi sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar.
“Generasi muda adalah calon pemimpin masa depan. Karena itu, kapasitas diri harus terus diasah agar mampu memimpin, minimal untuk diri sendiri dan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia menekankan, kemampuan public speaking menjadi salah satu keterampilan mendasar yang wajib dimiliki, mengingat manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa lepas dari aktivitas komunikasi.
“Komunikasi adalah kebutuhan dasar. Kita harus mampu menyampaikan gagasan, pikiran, dan ide kepada orang lain, baik dalam komunitas, organisasi, maupun ruang publik,” katanya.
Lebih lanjut, Hasan mengingatkan pentingnya membangun pola pikir yang positif sebagai fondasi dalam berkomunikasi.
Menurutnya, kualitas isi pikiran akan sangat mempengaruhi kualitas penyampaian di hadapan publik.
Ia mendorong peserta untuk memperkaya diri dengan bacaan dan tontonan yang bernilai positif guna memperluas wawasan serta memperkaya diksi dalam berbicara.
“Semakin banyak asupan informasi positif, semakin kuat pula kemampuan kita menyusun kata-kata yang berdampak,” tuturnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya budaya literasi, baik membaca maupun menulis, sebagai kunci dalam membangun kualitas komunikasi yang efektif dan argumentatif.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya dibekali materi public speaking, tetapi juga berbagai topik pengembangan diri lainnya.
Seperti prinsip kepelatihan, sistem kaderisasi, psikologi perkembangan remaja, kepemimpinan perempuan, hingga manajemen pelatihan.
Latpel yang mengusung tema “Lead with Value, Innovate with Heart: Mewujudkan Pelatih Kompeten sebagai Arsitek Transformasi Organisasi” ini berlangsung selama tiga hari, 3–5 April 2026, dengan antusiasme tinggi dari para peserta.
Kehadiran unsur DPRD dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pembinaan generasi muda, sekaligus memastikan regenerasi kepemimpinan daerah berjalan lebih berkualitas di masa mendatang.***
