Etnologi Media

Vokasi Cirebon Power Dorong Disabilitas Siap Bersaing di Dunia Kerja Digital

Vokasi Cirebon Power Dorong Disabilitas Siap Bersaing di Dunia Kerja Digital

Cirebon Power bekerjasama dengan Disnaker gelar pelatihan digital bagi kalangan disabilitas, Selasa (10/2/2026)./* (foto: Humas Cirebon Power) 

CIREBON, (ETNOLOGIMEDIA)- Upaya membangun ketenagakerjaan inklusif di Kabupaten Cirebon kian mendapat pengakuan luas.

Kolaborasi Vokasi Cirebon Power, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Cirebon, dan Relawan TIK menghadirkan pelatihan komputer dan digitalisasi.

Kegiatan diperuntukkan bagi penyandang disabilitas, yang kini menarik perhatian lintas kementerian hingga perwakilan Kedutaan Besar Australia.

Pelatihan yang digelar di Vokasi Cirebon Power tersebut dikunjungi langsung perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI), Bappenas, serta Kedutaan Besar Australia.

Kunjungan ini menegaskan bahwa model pelatihan inklusif di Cirebon dinilai potensial menjadi rujukan nasional.

Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, mengatakan program ini dirancang untuk menjawab tantangan dunia kerja yang semakin terdigitalisasi.

Sekaligus membuka peluang kerja yang setara bagi penyandang disabilitas.

“Kami ingin memastikan teman-teman disabilitas memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Literasi digital dan penguasaan komputer menjadi modal penting agar mereka bisa bersaing secara setara,” ujar Novi, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, pelatihan ini tidak berhenti pada penguasaan teknis semata, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan dan fasilitasi penempatan kerja.

Disnaker berperan menjembatani lulusan pelatihan dengan dunia usaha dan industri.

“Kolaborasi ini menjadi kekuatan utama. Vokasi Cirebon Power menyiapkan fasilitas dan pendekatan vokasi, Relawan TIK mendampingi aspek digital, dan kami memastikan akses ke peluang kerja nyata,” jelasnya.

Materi pelatihan mencakup pengoperasian komputer dasar, pengelolaan dokumen digital, aplikasi perkantoran, hingga pengenalan platform kerja daring.

Peserta juga dibekali soft skills, komunikasi kerja, dan kesiapan mental agar lebih percaya diri memasuki dunia kerja.

Program ini mendapat perhatian berbagai pemangku kepentingan karena dinilai selaras dengan pengembangan Unit Layanan Disabilitas (ULD) di daerah.

Sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan komunitas teknologi dipandang efektif memperluas akses kerja inklusif.

Sementara itu, Manager CSR Cirebon Power, Hafid Saptandito, menyebut pelatihan komputer bagi penyandang disabilitas ini merupakan program perdana yang digelar Vokasi Cirebon Power.

“Selama ini kami rutin menyelenggarakan pelatihan vokasi. Kali ini kami membuka ruang yang sama bagi rekan-rekan difabel untuk belajar dan meningkatkan keterampilan,” kata Hafid.

Ia menambahkan, ke depan Cirebon Power akan terus melibatkan penyandang disabilitas dalam berbagai program pelatihan dan pemberdayaan yang telah berjalan.

“Mereka bisa bergabung sesuai minat dan kemampuan, seperti di kelompok digital printing, menjahit, atau bidang lainnya yang sudah kami bina,” pungkasnya.***

Exit mobile version