Etnologi Media

Ekosistem Kerja Inklusif di Cirebon, 32 Difabel Masuk Sektor Formal

Ekosistem Kerja Inklusif di Cirebon, 32 Difabel Masuk Sektor Formal

Disnaker Kabupaten Cirebon dan Forum Komunikasi Disabilitas Cirebon (FKDC) terus menjalin kerjasama melalui penguatan "Program SOLIDER" di kantornya, Senin (9/2/2026)./* (foto: Diskominfo Kab. Cirebon) 

CIREBON, (ETNOLOGIMEDIA)- Kolaborasi pemerintah daerah dan komunitas disabilitas di Kabupaten Cirebon mulai membuahkan hasil nyata.

Sepanjang 2024–2025, sebanyak 32 penyandang disabilitas berhasil terserap di sektor industri formal.

Hal ini menandai langkah maju dalam mewujudkan ekosistem kerja yang inklusif dan berkeadilan.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon dan Forum Komunikasi Disabilitas Cirebon (FKDC) melalui penguatan “Program SOLIDER”.

Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, mengatakan penyerapan tenaga kerja difabel menjadi bukti.

Bahwa penyandang disabilitas memiliki kompetensi dan peluang yang sama di dunia kerja.

“Selama periode 2024 hingga 2025, Disnaker bersama FKDC telah menyalurkan 32 penyandang disabilitas. Jumlah itu terdiri dari 26 laki-laki dan 6 perempuan, ke berbagai perusahaan,” ujar Novi.

Ia menegaskan, Pemkab Cirebon terus mendorong perusahaan agar membuka akses kerja yang setara.

Tentunya bagi penyandang disabilitas sebagai bagian dari komitmen ketenagakerjaan inklusif.

Sementara itu, Ketua FKDC Abdul Mujib menjelaskan, keberhasilan penyerapan tenaga kerja difabel tidak terlepas dari edukasi intensif kepada pelaku usaha.

Menurutnya, FKDC secara rutin menggelar pelatihan Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) serta pelatihan bahasa isyarat bagi perusahaan untuk membangun lingkungan kerja yang ramah disabilitas.

“Masih banyak pelaku usaha yang belum memahami cara berinteraksi dengan tenaga kerja disabilitas. Pelatihan ini penting agar perusahaan siap dan nyaman menerima teman-teman difabel,” jelasnya.

Selain sektor formal, FKDC juga memperkuat pemberdayaan di tingkat desa melalui pembentukan Kelompok Difabel Desa (KDD) yang kini telah berjalan di tujuh desa di Kabupaten Cirebon.

Program KDD mencakup pendataan difabel, layanan konseling berbasis peer support, serta pengembangan UMKM difabel guna mendorong kemandirian ekonomi.

FKDC juga meningkatkan kapasitas penyandang disabilitas melalui pendidikan nonformal.

Seperti Kejar Paket, serta pelatihan soft skills yang menekankan etos kerja, disiplin, dan kesiapan kerja.

“Dengan semakin banyak difabel yang bekerja dan mandiri, kami berharap stigma negatif di dunia kerja terus berkurang. Kami membenahi dua sisi sekaligus: kesiapan difabel dan pemahaman dunia usaha,” pungkas Abdul Mujib.***

Exit mobile version